![]() |
| Auschwitz II - Birkenau |
![]() |
| Rudol Hoss Komandan Kamp Konsentrasi |
Kekejaman manusia terbesar sepanjang sejarah, adalah yang pernah dilakukan oleh Hitler bersama Nazi dengan kamp konsentrasinya. Sebuah area industri yang terletak 50 km sebelah barat Krakow, Polandia, di rubah menjadi tempat yang paling menakutkan. Adalah kamp konsentrasi Auschwitz (1940-1945), dimana 3 juta atau hampir 4 juta orang disiksa dan dibunuh di sana. Menurut pengakuan komandan kamp, Rudolf Hoss, 2 setengah juta orang mati di dalam kamar gas, 500 ribu orang mati karena penyakit dan kelaparan, ada juga yang mati karena kerja paksa, eksperimen medis dan eksekusi personal lainnya. 90 persen dari jumlah itu adalah orang-orang Yahudi dan yang 10 persen lainnya terdiri dari orang-orang Polandia, Gypsi (Roma dan Sinti), tawanan perang Soviet dan orang-orang dari beberapa negara di Eropa. Rudolf Hoss sendiri ditangkap ketika pasukan Soviet membebaskan Auschwitz pada tanggal 27 Januari 1945 dan dia dihukum mati. Tanggal 27 Januari kemudian dijadikan Hari Holocaust Internasional untuk mengenang para korban genosida di Auschwitz.
![]() |
| Moammar Qaddafi di tangan lawan |
Hari Kamis, tanggal 21 Oktober 2011, dunia kembali melihat suatu perlakuan yang melawan kemanusiaan. Tidak sedahsyat Auschwitz tapi tetap bermakna kekejaman, membunuh seorang manusia adalah tidak lebih baik dari membunuh seribu atau sejuta orang. Qadaffi ditangkap oleh tentara pejuang Libya jam 12 waktu setempat, di kota kelahirannya sendiri, Sirte, beberapa ratus kilometer dari Tripoli. Qaddafi saat itu berada di sebuah gorong-gorong saluran air tempat dia menyembunyikan diri dari kejaran lawan-lawannya. Pistol berlapis emasnya disita tentara pejuang dan menjadi bukti bahwa orang kuat itu sudah menyerah. Adegan demi adegan dalam tayangan video yang banyak terdapat di Youtube menjadi sangat dramatis dan emosional.
Garis hidup Qaddafi memang berakhir tragis. Hidup dengan kekuasaan yang sangat besar dan diakhiri dengan cara yang sangat menyedihkan. Sebuah anti-klimaks. Mengenaskan melihat sosok yang pernah menjadi orang yang cukup disegani di dunia ini yang memohon agar dia jangan ditembak, dan sempat menanyakan apa yang sudah dilakukannya pada mereka (para penangkapnya) hingga dia harus menerima perlakuan seperti itu, dan juga sempat memperingatkan bahwa apa yang sedang mereka lakukan itu salah. Orang-orang tidak perduli dengan kalimat-kalimat yang terucap dari mulut bekas pemimpin mereka itu, mereka malah meneriaki dan menghina Qaddafi dengan kata-kata 'anjing'. Ketika di seret dari gorong-gorong dan dinaikkan ke atas kap mesin sebuah truk, separuh wajahnya sudah tertutup oleh darah segar yang sesekali diusapnya dengan telapak tangan di tengah riuh-rendah suara manusia yang ditimpali pula oleh suara senapan otomatis yang mengisyaratkan sebuah eforia kemenangan. Keadaan Qaddafi benar-benar terlihat berantakan dengan kemejanya yang bersimbah darah, terbuka sebagian bahkan sudah hampir lepas dari badannya. Tak tampak sama sekali adanya sisa-sisa kekuatan dan kewibawaan seorang Qaddafi kecuali raut wajah tua seseorang yang butuh belas kasihan yang menerima pukulan dan tamparan dari orang-orang yang jauh lebih muda darinya.
Konon, sesudah mati pun, mayatnya masih dipertontonkan di sebuah super market yang sengaja dijadikan tempat penyimpanan jasad Qaddafi. Orang-orang dengan bebas bisa melihat jenasah yang bertelanjang dada tersebut, bahkan ada yang berfoto dengan latar belakang jenasah Qaddafi. Ephoria kemenangan benar-benar telah menutup mata hati dan mata kemanusiaan rakyat Libya.
Ketika menonton video-video yang merekam peristiwa tersebut, saya bisa turut merasakan apa yang dirasakan Qaddafi ketika itu, ketakutan dan kehilangan kepercayaan diri berhadapan dengan manusia-manusia yang menampakkan kegarangan yang begitu luar biasa. Saya sampai berpikir, apakah pantas Qaddafi diperlakukan seperti itu? Apakah manusia masa kini yang hidup dalam suatu tingkat peradaban yang tinggi ini bisa berlaku seperti itu? Tapi tak perlu pikir panjang, saya segera bisa mendapatkan jawabannya, ternyata manusia tetaplah manusia. Apa pun bisa dilakukannya untuk memuaskan hasratnya. Pada saat itu mereka berada pada posisi yang lebih menguntungkan dari Qaddafi dan mereka adalah para pejuang yang mau membebaskan negerinya dari tirani 42 tahun yang dipimpin oleh orang yang kini ada dihadapan mereka dengan ketidak-berdayaannya. Pertanyaan lainnya yang muncul dalam benak saya, adalah; apakah pantas Qaddafi dibunuh dengan cara seperti itu? Tanpa sebuah proses hukum yang benar dan yang adil?
Kalau Rudolf Hoss, komandan Kamp Auschwitz ditangkap dan diganjar hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, maka untuk kasus Qadaffi ini pun harus ada yang bertanggung-jawab. Menurut saksi mata, Qaddafi sudah terkena peluru nyasar ketika di bawa keluar dari gorong-gorong dan tak ada seorang pun yang bisa mengenali pembunuhnya karena begitu banyak orang yang ada di sana. Saksi mata ini sedang berusaha berbohong. Dalam rekaman-rekaman video yang banyak terdapat di Youtube, semuanya memperlihatkan bahwa Qaddafi sempat di seret ke atas truk dan saat itu masih bereaksi, dalam keadaan sadar. Ketika sudah mati, terlihat jelas ada lubang bekas tembakan di dahi Qaddafi. Artinya peluru di dahi itu melukai otak Qaddafi yang mengakibatkan dia mati.
Hal yang terbaik yang harus diupayakan adalah mencari pembunuh Qaddafi dan menyeretnya ke pengadilan, karena perbuatannya itu tidak bisa dibenarkan. Rakyat Libya harus bisa menangkap orang atau orang-orang itu agar tidak disebut sebagai rakyat dari sebuah bangsa yang tidak beradab.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar