Chrixery's blog

"...Membaca membuat seorang manusia menjadi berisi, diskusi membuatnya menjadi siap, dan menulis membuatnya menjadi jelas dan pasti." (Francis Bacon)

Minggu, 02 Oktober 2011

How Come? ...Yes, It Could be...





Orang bisa terheran-heran ketika seseorang berhasil melakukan hal-hal di luar akal sehat. Dan ternyata orang tersebut sanggup membuktikan bahwa memang dia bisa. Dulu, kedua orangtua saya tak pernah ada yang bisa membayangkan bahwa pada satu saat, anaknya di satu tempat terpencil di jantung kota Jakarta dapat ngobrol tatap muka dengan teman-temannya yang ada di pelosok tersembunyi kota New York. Sains berkembang dengan amat pesatnya seraya menciptakan peradaban baru. 







Monumen Peradaban 

Marshall mcLuhan dalam wawancara di studio televisi 
Toronto, Canada ("Our World")


Tanggal 25 Juni 1967.  Dari ruang kendali studio BBC, London, untuk pertama kalinya sebuah program berskala global ditayangkan dengan 19 negara maju berpartisipasi mengisi program yang dipancarkan dari negara masing-masing dengan segmen yang berbeda yang sesuai dengan ciri khas bangsa mereka, seperti Amerika, Kanada, Inggris dan Jepang mewakili Asia. Our World (judul program tersebut) disiarkan melalui satelit-satelit; Intelsat I (Early Bird), Intelsat II dan ATS. Menghabiskan waktu sepuluh bulan untuk mempersiapkan program yang rumit tersebut serta melibatkan sepuluh ribu teknisi termasuk para produser dan penerjemah-penerjemah untuk bahasa yang berbeda-beda turut ambil bagian dalam pekerjaan besar itu.

14 negara berpartisipasi mengisi program yang ditransmisi ke 31 negara. Program berdurasi 2 setengah jam tersebut diperkirakan telah mampu menjaring sebanyak 400 sampai 700 juta pemirsa di seluruh belahan dunia secara serentak. Sebagai pembuka, Marshall mcLuhan diwawancara di sebuah ruang kontrol televisi di Toronto, Kanada. The Beatles di London yang menutup program dengan menyanyikan sebuah lagu John Lennon yang khusus dibuat dengan pesan singkat yang bertujuan untuk membangkitkan inspirasi dunia; 'All You Need is Love'. Dan secara serentak pula beratus juta pasang mata menangkap pesan yang disampaikan Lennon dkk.  Pesan bahwa ...kamu dapat lakukan segala hal yang yang tak mungkin, kamu dapat memikirkan segala hal yang tak terpikirkan, apa pun bisa kamu lakukan untuk sebuah perubahan, dan yang kamu butuh, hanya cinta... Cinta kasih di atas segala-galanya. Lagu ini dibuat Lennon sebagai reaksi atas perang Vietnam. Lennon mengakui bahwa 'All You Need is Love', sama dengan ; 'Give Peace a Chance' dan 'Power to the People' adalah propaganda karena dia memang kagum pada slogan-slogan yang ingin mempersatukan dunia dan dia tak pernah merasa takut untuk menciptakan sebuah karya yang berasal dari propaganda... Lennon adalah seniman revolusioner; "...my art is dedicated to change". 

Our World adalah puncak pencapaian teknologi elektronika audio-visual pada zamannya, dimana dunia yang luas ini tiba-tiba serasa sempit dan arus komunikasi dimampukan untuk berlangsung secara instan. Pesan 'cinta' John Lennon dan The Beatles dengan segera dapat ditangkap oleh presiden Lyndon B. Johnson dan Alexei Kosygin yang saat itu juga merupakan partisipan dalam program Our World (segmen wawancara di Amerika), dan di waktu yang sama pula, pesan itu bisa diterima oleh ratusan juta pemirsa diseluruh dunia. Impian para ahli sudah menjadi kenyataan. Sains telah dapat mengatasi hambatan ruang dan waktu. Peradaban manusia telah melangkahkan kakinya lebih jauh ke depan. 


Fenomena peradaban yang mendunia ini, oleh Marshall mcLuhan dikatakannya sudah dimulai sejak awal abad ke-20, yaitu setelah kemajuan teknologi elektronik (rekaman suara, radio, film dan televisi) berkembang menjadi media baru dalam melakukan komunikasi. Informasi bebas bergerak kesana-kemari. Sinyal-sinyal elektronik mampu menyeberang batas nyaris tanpa hambatan. Oleh Marshall mcLuhan dunia yang dipersatukan oleh kemajuan elektronik ini diibaratkan sebagai suatu tahap peradaban baru, manusia telah melampaui tahap dimana mesin cetak diperkenalkan pertama kali oleh Gutenberg di Jerman. Tak heran kalau mcLuhan menamakan tahap itu sebagai 'galaksi Gutenberg', mengikuti nama sang penemu. Munculnya mesin cetak menyebabkan ilmu pengetahuan bukanlah milik segelintir orang yang melek huruf, tapi sudah menjadi milik siapa saja. Buku-buku sudah bisa diterbitkan, koran-koran sudah bisa didistribusikan secara massal sampai ke pelosok-pelosok negeri. Siapa pun sudah dapat memiliki ilmu pengetahuan. 


'Our World' menjadi monumen yang menandai zaman baru, kita bermukim dalam satu 'desa global', demikian menurut mcLuhan, umat manusia memasuki tahapan berikutnya dalam perjalanan peradaban manusia, yaitu tahap yang disebutnya dengan; 'galaksi elektronik'. Dimana teknologi elektronika betul-betul telah menyatukan dunia dan televisi sanggup menjadi media yang ampuh untuk menjadi sebuah media.


Sekarang awal abad ke-21, babak 'dunia elektronika' sudah kita tinggalka dan kini kita memasuki tahap berikutnya, yaitu yang disebut mcLuhan sebagai 'galaksi digital', tahap dimana teknologi digital mulai banyak ditemukan dimana-mana. Kehidupan manusia semakin disenangkan oleh kehadiran mesin-mesin baru berbasis komputer. Lalu bagaimana dengan pesan moral Lennon dalam program 'Our World'? Pesan itu begitu universal dan begitu sederhana sehingga tak dapat ditafsirkan secara salah oleh siapa pun dan dari mana pun dia berasal. Apakah pesan itu sampai pada sasarannya untuk mengubah wajah dunia? Apakah ilmu telah ikut membantu mengubah wajah dunia menuju satu tempat yang tenteram dan damai? Tidak juga. Perang Vietnam masih disusul dengan perang di Afganistan dan perang-perang lainnya, kejahatan terhadap kemanusiaan masih berlangsung, pengrusakan alam, kekejaman, ketidak-adilan, semuanya masih berlangsung hingga hari ini. Manusia hanya tergugah sesaat, sesudah itu lupa. Manusia menelan pesan-pesan tapi tidak (mau) mengerti makna yang yang terkandung di balik pesan tersebut... Masih banyak misi-misi lain yang ada dan yang harus diselesaikan terlebih dulu dibanding memikirkan orang lain; misi memuaskan diri sendiri. Artinya, sampai saat ini kita masih bicara lantang dengan menggunakan kata ganti orang pertama tunggal sebagai subyek, tidak dalam sebuah semangat kebersamaan. 


How come? .... ya, bisalah... namanya juga manusia...



The Beatles ditengah-tengah fans-nya di studio televisi 
London, Inggris ("Our World")
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar