Chrixery's blog

"...Membaca membuat seorang manusia menjadi berisi, diskusi membuatnya menjadi siap, dan menulis membuatnya menjadi jelas dan pasti." (Francis Bacon)

Minggu, 23 Oktober 2011

Paradigma yang Berubah

RESAH
Lagu dan syair : Doddy Nurfatih
Musik/Aransemen: Christ Helweldery
Studio: Sentul M-Privacy









Moammar Qaddafi tewas



Auschwitz II - Birkenau
Rudol Hoss
Komandan 
Kamp Konsentrasi
Kekejaman manusia terbesar sepanjang sejarah, adalah yang pernah dilakukan oleh Hitler bersama Nazi dengan kamp konsentrasinya. Sebuah area industri yang terletak 50 km sebelah barat Krakow, Polandia, di rubah menjadi tempat yang paling menakutkan. Adalah kamp konsentrasi Auschwitz (1940-1945), dimana 3 juta atau hampir 4 juta orang disiksa dan dibunuh di sana. Menurut pengakuan komandan kamp, Rudolf Hoss, 2 setengah juta orang mati di dalam kamar gas, 500 ribu orang mati karena penyakit dan kelaparan, ada juga yang mati karena kerja paksa, eksperimen medis dan eksekusi personal lainnya. 90 persen dari jumlah itu adalah orang-orang Yahudi dan yang 10 persen lainnya terdiri dari orang-orang Polandia, Gypsi (Roma dan Sinti), tawanan perang Soviet dan orang-orang dari beberapa negara di Eropa. Rudolf Hoss sendiri ditangkap ketika pasukan Soviet membebaskan Auschwitz pada tanggal 27 Januari 1945 dan dia dihukum mati. Tanggal 27 Januari kemudian dijadikan Hari Holocaust Internasional untuk mengenang para korban genosida di Auschwitz.





Sabtu, 22 Oktober 2011

Address Unknown




Original Title: Suchwiin bulmyeong 
South Korea 2001
Genre: 
Drama
Director: Kim Ki-duk
Cast: 
Yang Dong-kun
Kim Young-min
Park Min-jung
Bang Eun-jin
Jo Jae-hyeon
Mitch Mahlum 
Myeong Gye-nam 
Lee In-ok 

Selasa, 18 Oktober 2011

Budak Waktu 3 (selesai)

Manusia tidak akan pernah menjadi budak waktu kalau bukan 
dia sendiri yang menyiapkan diri untuk dimakan oleh waktu....
Shooting sinetron serial











Senin, 17 Oktober 2011

Budak Waktu 2

Manusia tidak akan pernah menjadi budak waktu kalau bukan
 dia sendiri yang menyiapkan diri untuk dimakan oleh waktu.

Kegiatan shooting film untuk televisi


















Kamis, 13 Oktober 2011

N-I-A-T





Keinginan tanpa tindakan
Niat itu abstrak sifatnya karena dia belum berwujud dalam tindakan. Niat baru merupakan keinginan. Secara hakiki ada perbedaan antara keinginan dan kehendak; yaitu bahwa keinginan baru ada dalam pikiran yang tidak diteruskan oleh suatu tindakan tertentu, sementara kehendak merupakan dorongan dalam diri untuk bertindak menyatakan apa pun yang menjadi keinginannya. Niat berada di wadah yang sama dengan keinginan, yaitu sesuatu yang ada dalam pikiran (mind). 


Minggu, 02 Oktober 2011

the Interpreter

Sutradara        : Sydney Pollack
Pemeran         : Nicole Kidman, Sean Penn, Catherine Keener
Thn, Produksi  : 2004 
Released         : 2005, Universal Studio
Produser          :
Penulis Sken.  : 
Durasi              : 2 jam


“The truth need no translation...” yang dalam bahasa “KU” (bahasa yang dipakai dalam film ini sebagai bahasa Matobo) diterjemahkan sebagai ... “Angota ne ho njumata..”. Kalimat inilah yang menjadi tag-line 'the Interpreter', karena kebenaran itu akan muncul pada akhirnya dengan begitu gamblang, jelas dan mudah dimengerti.








How Come? ...Yes, It Could be...





Orang bisa terheran-heran ketika seseorang berhasil melakukan hal-hal di luar akal sehat. Dan ternyata orang tersebut sanggup membuktikan bahwa memang dia bisa. Dulu, kedua orangtua saya tak pernah ada yang bisa membayangkan bahwa pada satu saat, anaknya di satu tempat terpencil di jantung kota Jakarta dapat ngobrol tatap muka dengan teman-temannya yang ada di pelosok tersembunyi kota New York. Sains berkembang dengan amat pesatnya seraya menciptakan peradaban baru. 






Sabtu, 01 Oktober 2011

Hotel Rwanda


Sutradara             : Terry George 
Penulis Skenario : Keir Pierson, Terry George
Studio                   : United Artist
Genre                    : Drama-sosio-politik (based on true story)
Pemain                 : Don Cheadle, Sophie Okonedo, Joaquin Phoenix, Nick Nolte 











Film ini membuka mata kita dan mengingatkan kita kembali pada suatu saat mengerikan dalam sejarah dunia modern. Kita juga boleh dengan bangga menyaksikan tindakan seorang pahlawan kemanusiaan di sebuah belahan bumi ini yang tanpa pamrih berupaya menyelamatkan lebih dari 1.200 jiwa yang sangat terancam nyawanya.

"Hotel Rwanda" mengisahkan kembali peristiwa tersebut berdasarkan kehidupan nyata seorang manajer hotel bernama Paul Rusesabagina.