Chrixery's blog

"...Membaca membuat seorang manusia menjadi berisi, diskusi membuatnya menjadi siap, dan menulis membuatnya menjadi jelas dan pasti." (Francis Bacon)

Minggu, 02 Oktober 2011

the Interpreter

Sutradara        : Sydney Pollack
Pemeran         : Nicole Kidman, Sean Penn, Catherine Keener
Thn, Produksi  : 2004 
Released         : 2005, Universal Studio
Produser          :
Penulis Sken.  : 
Durasi              : 2 jam


“The truth need no translation...” yang dalam bahasa “KU” (bahasa yang dipakai dalam film ini sebagai bahasa Matobo) diterjemahkan sebagai ... “Angota ne ho njumata..”. Kalimat inilah yang menjadi tag-line 'the Interpreter', karena kebenaran itu akan muncul pada akhirnya dengan begitu gamblang, jelas dan mudah dimengerti.









Sinopsis
Cerita diawali dengan  Silvia Broome (Nicole Kidman), seorang wanita kelahiran Afrika berkulit putih, secara tak sengaja mendengar pembicaraan tentang sebuah rencana pembunuhan di gedung PBB, New York .

Cerita mulai bergerak maju menggambarkan upaya Silvy melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwenang dan membawanya hingga ke pertemuan dengan seorang agen federal, Tobi Keller (Sean Penn). Namun, jawaban-jawaban dan sikap Silvy tidak bisa meyakinkan Tobi; "...she's a liar...apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya benar", kata Tobi. Dalam konsep naratifnya, memang dirancang bahwa kedua orang ini melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda; si interpreter percaya pada kekuatan dan kemuliaan kata-kata; sementara si agen federal melihatnya berdasarkan perilaku seseorang tanpa perduli apa yang dikatakan... Menurut Tobi, Silvy bisa saja merupakan bagian dari rencana ini.

Dalam proses investigasi selanjutnya, Tobi mengetahui bahwa di masa lampaunya, Silvia pernah terlibat dalam kegiatan gerilyawan bersenjata (kelompok perlawanan Motobo). Kedua orang tua dan adik perempuannya terbunuh oleh ranjau darat yang ditanam oleh Zuwanie. Dan Silvia juga merupakan lawan politik Zuwanie. Akan tetapi, walau pun Tobi menganggap Silvia sebagai tersangka utama, Tobi tetap memperlakukan Silvia dengan baik dantetap melindungi Silvia.

Sebagai orang yang bertanggung-jawab atas keselamatan presiden Zuwangi selama di Amerika, Tobi mempersiapkan dan melakukan banyak hal; mengawasi gedung tempat akan berlangsungnya GA (General Assembly, Sidang Umum) oleh presiden Zuwangi, memata-matai kegiatan lawan politik Zuwangi di Amerika, Kuman-Kuman, termasuk tetap curiga pada Silvy.

Korban pun mulai berjatuhan. Beberapa anak buah Tobi tewas bersama Kuman-Kuman di dalam sebuah bus umum karena ledakan sebuah bom, sesaat setelah Silvy keluar dari bus tersebut.

Di akhir cerita, pembunuh berhasil ditemukan di tengah pidato presiden Zuwanie dalam Sidang Umum PBB. Pihak keamanan segera mengevakuasi Zuwanie ke ruang yang aman. Silvia yang sengaja bersembunyi semalaman di gedung PBB, akhirnya mendapat kesempatan untuk membalas dendam pada Zuwanie atas apa yang telah dilakukannya terhadap anggota keluarga Silvia dan ribuan korban lainnya di Motobo. Keller datang tepat pada waktunya dan menghentikan upaya pembunuhan yang dilakukan Silvia terhadap Zuwanie. Dan ternyata plotting pembunuhan presiden Moboto di Sidang Umum PBB itu diatur dan direncanakan sendiri oleh Zuwanie untuk menaikkan citranya di mata dunia, sekaligus menyingkirkan lawan-lawan politiknya. Edmon Zuwanie pun di dakwa ke ICC (International Criminal Court) dan Silvia kembali ke Motobo,-




Motif
Film bergenre drama-sosio-politik ini merupakan produk industri film Hollywood yang tentunya berorientasi komersial. Seperti layaknya produkan-produk dagang berkelas lainnya, The Interpreter dibuat dengan kualitas yang baik; baik dari segala sisi; teknis dan artistik, sinematik dan naratif.

Presiden Motobo (Afrika Tengah[1]), Edmond Zuwami dituduh melakukan genosida terhadap lawan-lawan politiknya (dengan isu pembersihan etnik) sehingga dia berusaha digiring ke ICC (International Crime Court). Dia berkepentingan datang ke gedung UN, New York, untuk suatu General Assembly; menjelaskan bahwa lawan politiknya (Izim Sola dan Kuman-Kuman) kini sudah menjadi teroris, dia berupaya memberantas terorisme dinegerinya... ; “it will end here... the teacher (Zuwami) will never leave the room alive...”, tutur Silvy pada Tobi.

Motif yang kuat untuk ‘mengeksekusi’ presiden Zuwami dituturkan secara efektif. Upaya mencitrakan sosok Zuwami sebagai tokoh yang tidak disukai dikemukakan dengan adanya demonstrasi di depan gedung UN menjelang kedatangan sang presiden; dengan foto-foto yang diperoleh Tobi untuk menginvestigasi Silvy yang dicurigai sebagai aktifis (bersenjata) kontra Zuwanie. Sebagai pelengkap, materi itu sudah cukup bagi penonton untuk menangkap motif dari upaya pembunuhan terhadap Zuwamii, bahkan di bagian akhir masih ditampilkan daftar korban-korban yang tewas akibat kekejaman Zuwami.







Setting
Setting cerita berlatar belakang keadaan sosio-politik di sebuah negara fiktif di Afrika Tengah, Republik Matobo. Rujukannya adalah Zimbabwe dengan banyaknya kemiripan substantif antara Matobo dan Zimbabwe, misalnya; nama Matobo adalah nama Taman Nasional Zimbabwe, doktor Edmond Zuwanie adalah pejuang yang membebaskan Matobo, sama halnya dengan doktor Robert Mugabe dalam kehidupan nyata di Zimbabwe, dia adalah pejuang kemerdekaan Zimbabwe. Mugabe dan Zuwanie adalah guru sebelum terlibat dalam politik. Film ini memiliki adegan di mana ada sebuah demonstrasi melawan Zuwanie di PBB, para demonstran anti-Zuwanie membawa poster-poster bergambar telapak tangan terbuka (simbol partai oposisi utama di Zimbabwe). Pemerintah Zimbabwe sendiri telah melihat kesejajaran antara doktor Zuwanie dan doktor Mugabe. Alhasil, film The Interpreter di larang beredar di Zimbabwe dengan alasan dapat mengganggu keamana dan ketertiban umum dan film ini juga dianggap telah menghina kepala negara Zimbabwe. 

Sebagian besar film di shoot di gedung PBB yang asli dengan rekomendasi Sekretaris Jenderal Kofi Annan sendiri setelah diminta oleh Sydney Pollack. Dan inilah film komersial Hollywood pertama yang dibuat di luar dan di dalam gedung PBB. . Annan berkomentar di The Interpreter yang "sebenarnya niat untuk melakukan sesuatu yang bermartabat, sesuatu yang jujur dan mencerminkan pekerjaan yang dilakukan Organisasi ini. Dan ini adalah dengan semangat bahwa produser dan sutradara mendekati pekerjaan mereka, dan saya harap Anda akan semua setuju mereka telah melakukan itu. 


________________________________________________________________________
[1] Motobo adalah negara fiktif. Mungkin rujukannya adalah Zimbabwe di Afrika dengan pemimpin tirannya doktor Robert Mugabe.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar